30 Makanan Khas Jogja Yang Enak Selain Gudeg

admin

Makanan Khas Jogja

Sego Abang

Sego Abang

Selain pantainya yang indah, Gunung Kidul juga dikenal memiliki kuliner yang lezat, salah satunya adalah Sego Abang. Dalam bahasa Indonesia, Sego Abang berarti nasi merah dan menjadi salah satu makanan pokok masyarakat Gunung Kidul.

Cara membuat Sego Abang ini masih menggunakan cara tradisional yang membuat rasanya berbeda dengan nasi merah pada umumnya. Biasanya, Sego Abang disajikan dengan sayur lombok ijo dan lauk lainnya untuk menambah nikmat rasa gurih dan pulen nasi merah tersebut.

Saat ini, banyak restoran khas Jogja yang menawarkan Sego Abang sebagai hidangan utama, salah satunya adalah Warung Sego Abang Lombok Ijo. Harganya juga terjangkau, yaitu Rp25.000,00 untuk satu porsi besar dengan lauk pauk lengkap.

Sego Pliket

Sego Pliket

Awal mula nama hidangan ini terinspirasi oleh kesukaan Butet Kertarajasa, seorang budayawan dan pelanggan setia Nasi Goreng Kambing Pak Dakir. Hidangan nasi goreng kambing ini disajikan dengan sumsum kambing yang membuat teksturnya agak lengket, sehingga dinamakan Sego Pliket.

Untuk mencicipinya, Anda bisa datang ke lokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, No 75, Tegalrejo (peta), berdekatan dengan Pasar Klithikan Yogyakarta.

Sego Godhog Jogja

Sego Godog

Untuk menikmati masakan ini, kamu harus bersabar dan rela mengantri lama. Namanya Sego Godhog Pak Pethel. Nasi yang direbus dengan bumbu halus, suwiran ayam, dan kol ini bisa memberikan kehangatan pada tubuhmu.

Lokasinya ada di Ngaglik, Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Akan tetapi, perlu diingat bahwa antriannya bisa sangat panjang, jadi pastikan kamu siap menunggu untuk bisa menikmati kuliner yang luar biasa ini.

Sayur Lombok Ijo

Sayur Lombok Ijo

Jika Anda ingin mencicipi makanan yang tidak biasa namun tidak terlalu berani mencoba walang goreng, Anda dapat mencoba Sayur Lombok Ijo. Makanan khas Jogja ini juga dikenal dengan nama Jangan Lombok Ijo atau Lodeh Khas Gunung Kidul.

Sayur Lombok Ijo sangat mudah dibuat, yaitu dengan menambahkan tempe setengah matang ke dalam kuah santan bersama cabai hijau. Rasa gurih santan dan pedas dari cabai hijau memberikan sensasi hangat yang menenangkan.

Anda bisa menikmati hidangan ini di tempat makan di Jogja dengan harga yang cukup murah. Harga satu mangkuk sayur lombok ijo sekitar Rp5.000,00 atau bahkan lebih murah dari itu. Jadi jangan ragu untuk mencoba hidangan ini ketika berkunjung ke Yogyakarta.

Bakmi Pentil

Bakmi Pentil

Ada satu ikon kuliner dari kota Bantul yang patut dicoba yaitu Mie Pentil dengan tekstur yang unik. Untuk menikmati Mie Pentil, Anda bisa pergi ke pasar-pasar tradisional di daerah Bantul seperti Pasar Barongan, Pasar Jejeran, Pasar Kotagede atau pasar-pasar tradisional di Yogyakarta.

Mie Pentil dinamakan demikian karena bentuknya yang panjang dan agak besar seperti pentil. Biasanya, para pedagang akan menggunakan daun jati sebagai pembungkus mie yang kemudian ditambahkan sambal dan taburan bawang goreng di atasnya.

Meskipun sambal yang menjadi pelengkap mie ini hanya terdiri dari campuran cabai rebus, garam, dan gula, tetapi mampu menambahkan cita rasa yang nikmat pada mie.

Mie Des

Mie Des

Mie Lethek tak hanya bisa diolah menjadi hidangan utama, tapi juga bisa menjadi bahan dasar untuk sebuah makanan yang tak kalah nikmat, yaitu Miedes atau Mie Pedes. Makanan khas malam Jogja ini berasal dari daerah Pundong, Kabupaten Bantul, dan sudah sangat terkenal dengan rasa dan teksturnya yang unik.

Cara membuat Miedes mirip dengan bakmi Jawa, namun bedanya terletak pada jenis mie dan isian. Miedes biasanya disajikan dengan taburan ebi, potongan cabe kering, dan sayuran seperti kol dengan bumbu khusus yang pedas dan gurih.

Untuk mencicipi makanan khas Jogja ini, kamu bisa datang ke daerah Pundong, Bantul yang tak jauh dari Pantai Parangtritis. Harga satu porsi Miedes sangat terjangkau, yakni sekitar Rp10.000,00 baik untuk mie godog maupun mie goreng.

Mie Lethek

Mie Lethek

Mie lethek merupakan hidangan tradisional khas Bantul, Yogyakarta yang memiliki ciri khas unik. “Lethek” dalam bahasa Jawa berarti kusam atau kotor yang sesuai dengan warnanya yang kecoklatan atau abu-abu kusam akibat bahan dasarnya yang terbuat dari singkong.

Meski berwarna kusam, mie lethek menjadi salah satu makanan khas Jogja legendaris yang terkenal akan kelembutannya dan kelezatannya, baik saat digoreng maupun direbus. Proses pembuatannya pun tak kalah unik, mie dihasilkan dari proses penggilingan singkong dengan menggunakan tenaga sapi untuk memproduksi dalam jumlah besar.

Sejak tahun 1920, mie lethek telah menjadi andalan kuliner di Kabupaten Bantul dan masih populer hingga kini di Bumi Projotamansari.

Bakmi Jawa Jogja

Bakmi Jawa Jogja

Bagi penggemar mie, ada satu makanan yang wajib dicoba di malam hari yaitu Bakmi Jawa Jogja. Mi khas Gunung Kidul ini memiliki rasa manis dan gurih yang khas berkat campuran bumbu rempah Jawa yang diaplikasikan. Namun, seiring perkembangan zaman, jenis bakmi ini semakin beragam, mulai dari bakmi goreng, bakmi nyemek, nasi goreng, hingga magelangan.

Bagikan: