Garuda Wisnu Kencana: Daya Tarik, Lokasi & Harga Tiket

admin

Garuda Wisnu Kencana

Tari Kecak Garuda Wisnu Kencana

Tari Kecak Garuda Wisnu Kencana

Pertunjukan menarik yang diadakan di Kolam Teratai pada hari Sabtu dan Minggu di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana Bali menghadirkan cerita Hindu Ramayana dengan tarian kecak yang menawan. Pesona suara “Keh-Cak” dari penari pria yang membentuk lingkaran dengan tangan diangkat saat duduk menjadi daya tarik yang memikat pengunjung.

Dikarenakan pertunjukan ini hanya berlangsung satu hari dalam seminggu, membuatnya selalu ramai dikunjungi para pengunjung yang tak hanya sekadar mengambil foto, tetapi juga merekam video, terutama saat puncak tarian atau selama pertunjukan berlangsung.

Tarian Legong

Rewrite AI Bahasa Indonesia 100% unik: Tari Bali dikenal memiliki gerakan tangan, kepala, kaki, dan mata yang khas. Salah satu contohnya adalah Tari Legong yang memiliki lirikan mata khas yang memberikan kesan tersendiri.

Tarian ini menampilkan gerakan penari yang lemah lembut seiring dengan iringan gamelan. Tari Legong terkenal dengan gerakan lincahnya yang menggunakan kipas. Gerakan yang halus dan seirama ini mampu menarik perhatian pengunjung untuk menonton dengan kagum.

Tarian Barong Keris

Anda tak boleh melewatkan pertunjukan Tari Barong Keris saat mengunjungi GWK. Pertunjukan yang diadakan dua kali sehari ini mengisahkan tentang pertempuran antara kebaikan dan kejahatan.

Para penari akan menggunakan kostum lengkap untuk memerankan tokoh-tokoh dalam cerita seperti Barong. Dalam pertunjukan tersebut, tidak hanya mempertontonkan unsur mitologi namun juga komedi. Contohnya, gerakan lucu yang dilakukan oleh kera yang menemani Barong.

Balet Garuda Wisnu

Tarian Sendratari di GWK mempersembahkan kisah tentang Garuda Wisnu. Dalam sejarah, burung Garuda adalah kendaraan dari Dewa Wisnu. Selain itu, burung mitologi ini juga dikenal dari kitab Mahabarata.

Dalam tarian tersebut, ditampilkan perjuangan Garuda yang berjuang untuk menyelamatkan ibunya dari Amerta. Kisah tersebut juga menampilkan Dewa Wisnu yang menjadikan Garuda sebagai tunggangannya setelah berhasil melalui berbagai ujian. Tarian ini memukau penonton dengan gerakan lincah penari, busana yang indah, serta iringan musik dan nyanyian yang menghentak.

Tari Bumbung

Joged Bumbung adalah tarian tradisional Bali yang menjadi simbol perayaan panen yang didedikasikan untuk Dewi Sri, dewi kesuburan. Tarian ini melambangkan rasa syukur dan penghormatan kepada dewi tersebut.

Setiap hari, joged bumbung bisa dinikmati oleh pengunjung di beberapa tempat di Bali. Namun, jika cuaca tidak mendukung, pertunjukan tari bisa dibatalkan demi keamanan dan kenyamanan penonton dan penari.

Tarian Nusantara

Pertunjukan tari Nusantara di GWK Cultural Park menampilkan beragam tarian dari seluruh Indonesia. Setiap harinya, para penari akan menampilkan tarian yang berbeda-beda. Misalnya, pada hari Senin akan menampilkan tarian Gambyong, sementara pada hari Selasa akan menampilkan tarian Gantar dari suku Dayak. Hal ini tentu saja membuat pengunjung merasakan pengalaman yang berbeda setiap harinya.

Pertunjukan Alat Musik Rindik

Alat musik Rindik umumnya digunakan sebagai pengiring tari Bali seperti tarian pendet. Terdiri dari 11-13 potongan bambu, Rindik menghasilkan suara khas yang menggoda telinga. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan dua alat dari bahan karet.

Di GWK, para musisi ahli mengolah suara Rindik menjadi kumpulan musik dengan berbagai komposisi dan tempo yang unik. Setiap pertunjukan Rindik yang dimainkan oleh para ahli musik tersebut selalu memukau dan sayang untuk dilewatkan.

Karnaval Bali Kang Cing Wie

Karnaval Bali Kang Cing Wie

Di taman Wisnu Plaza, setiap hari saat cuaca cerah, akan diadakan sebuah parade yang menunjukkan akulturasi budaya Tionghoa dan Bali. Parade atau arak-arakan ini menggambarkan kisah Kang Cing Wie, sebuah cerita rakyat yang didasarkan pada kisah nyata.

Dalam acara ini, berbagai karakter mitologi akan ditampilkan, menciptakan suasana yang magis dan menghibur. Arak-arakan ini merupakan pengalaman yang sangat menarik untuk disaksikan, terutama bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang budaya Bali yang kaya dan beragam.

Garuda Cilik Cinema

Garuda Cilik Cinema

Pengelola GWK telah menghadirkan beragam fasilitas yang ramah anak, salah satunya adalah Garuda Cilik Cinema. Fasilitas ini menampilkan film animasi dengan Sang Garuda sebagai tokoh utama yang memerankan perjuangannya melawan Amerta untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan.

Melalui film ini, anak-anak dapat mengenal lebih dekat dengan budaya dan mitologi Bali, serta mengasah daya kreativitas dan imajinasi mereka. Diharapkan dengan adanya fasilitas ini, GWK semakin menjadi tempat wisata yang diminati oleh keluarga dengan segala usia.

Prosesi Upacara Purnama

Ketika bulan purnama tiba, pengelola GWK akan mengadakan upacara purnama yang berlangsung meriah. Dalam budaya Hindu Bali, purnama adalah saat yang paling baik untuk berdoa dan bersyukur kepada Dewa. Pada upacara tersebut disediakan beragam jenis sesaji yang terbuat dari bunga, buah, dan makanan lainnya.

Bagi pengunjung yang ingin ikut serta, bisa membayar sebesar Rp 300.000 per orang. Mereka akan berpartisipasi dalam persiapan membuat gebogan, mengikuti arak-arakan ke lokasi utama, menikmati tarian suci, ritual, dan tarian kecak. Setelah itu, pengunjung akan dijamu dengan hidangan khas Bali di Restoran Jendela Bali. Ini adalah pengalaman yang sayang untuk dilewatkan jika berkunjung ke GWK.

Jadwal Atraksi Dan Event Di GWK Bali

Jadwal Atraksi Dan Event Di GWK Bali

Sebelum menikmati pertunjukan atraksi yang tersedia di kawasan GWK, disarankan untuk memeriksa terlebih dahulu jadwalnya. Berikut adalah jadwal atraksi yang bisa dinikmati di Garuda Wisnu Kencana:

Bagikan: