Desa Wisata Penglipuran: Daya Tarik, Aktivitas & Harga Tiket

admin

Desa Wisata Penglipuran

Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat mencicipi minuman khas Desa Penglipuran yang terbuat dari air, plum, dan gula batu. Salah satu minuman khas yang disajikan di desa ini adalah Loloh Cemcem yang dibuat dari daun Cemcem. Rasanya unik seperti rujak, dengan dominasi rasa manis dan asam yang segar. Masyarakat desa ini juga menghasilkan kopi tradisional yang terkenal enak.

Makanan khas desa ini adalah Mujair Nyat-Nyat, yang terbuat dari ikan mujair dengan bumbu seperti Ayam Betutu. Penyajiannya dilengkapi dengan bunga yang dapat dimakan dengan rasa asam yang segar.

Belanja Oleh-Oleh Khas Desa Penglipuran

Belanja Oleh-Oleh Khas Desa Penglipuran

Seni budaya dan cinderamata menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pesona desa wisata Penglipuran yang terpencil. Di sini, perdagangan dilakukan di halaman rumah karena masyarakat asli dilarang berjualan di jalan. Para wisatawan yang ingin membeli atau sekadar melihat-lihat, dipersilakan untuk masuk ke halaman rumah penduduk.

Berbagai macam cinderamata dan produk seni dijual di rumah-rumah penduduk, termasuk kerajinan, pertanian, anyaman, dan ukiran. Produk-produk ini merupakan hasil karya khas Bali yang menawan. Berbelanja cinderamata di Desa Penglipuran adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan.

Lokasi Desa Penglipuran

Desa Adat Penglipuran berlokasi sekitar 45 Km dari pusat kota Denpasar dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Lokasinya mudah dijangkau karena terletak pada jalur utama antara Bangli dan Kintamani.

Alamat pastinya terletak di Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali 80661. Dengan akses yang mudah, tidak heran jika Desa Penglipuran menjadi salah satu destinasi wisata yang diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Desa Penglipuran menawarkan keindahan alam yang mempesona, keunikan budaya, dan tradisi adat yang masih terjaga. Dalam kunjungannya ke desa ini, Sobat Pesona akan merasakan suasana desa Bali yang otentik dan masih asri.

Namun, dalam menikmati keindahan dan keunikan desa ini, kamu harus tetap menghormati adat setempat dan bersikap sopan. Hal ini penting untuk menjaga kelestarian budaya dan kehidupan masyarakat desa wisata Penglipuran yang damai dan harmonis.

Bagikan: